… live my live …

November 18, 2013

Pertama kali masuk ke nude club beach

Nude Beach

Pertama, minta maaf banget sudah lama tidak menulis di blog ini. Saya baru saja (hmmm, agak lama juga sih) dipromosikan menjadi direktur di perusahaan saya (masih dalam suasana bangga nih), jadi kesibukan semakin menjadi gila-gilaan. Apalagi saya adalah direktur baru, menunjukkan performance adalah suatu keharusan untuk mengambil hati team dan terutama big bosses. Harap maklum.

Kembali ke soal seks yang saya yakin akan kita selalu sukai. Last 1 – 2 months, saya mengunjungi sebuah negara (masih di asia) dan menginap di hotel berbintang yang memiliki private beach di belakangnya. Bagus sekali, sangat bagus malah. Waktu itu juga sangat pas dengan kondisi saya yang sedang stress karena pekerjaan dan butuh liburan yang menenangkan (dan tentu saja: menyenangkan).

Saya menginap di hotel itu seharusnya hanya 2 malam, kemudian saya extend menjadi 6 malam. Sungguh hari-hari yang sangat relaxing. Acara saya setiap pagi dan sore agak malam adalah jogging, water sport, renang di pantai, membaca novel, mendengarkan musik jazz favorit, romantic dinner dengan teman wanita dari negara lain dan tidur yang cukup (menjaga jam tidur membantu saya mengurangi stress). So relaxing.

Suatu pagi saya dan teman wanita saya (let’s call her Winnie) mendapat undangan dari ex-pacarnya untuk menghadiri acara nudist di pantai di hotel tidak jauh dari hotel saya. Jujur saja, saya malu (baca tidak pede) untuk hadir di acara itu. Saya tidak percaya diri dengan ukuran penis saya yang sedang saja sementara nanti banyak sekali orang-orang bule dan kulit hitam yang berukuran besar-besar. Tapi setelah saya didesak dan dipaksa Winnie, akhirnya saya pun setuju untuk datang.

Acara itu sendiri sebenarnya di mulai dari pagi hari sampai larut malam. Saya sampai di lokasi sekitar pukul 14:30 waktu setempat. Saya dan teman wanita saya pun diminta menitipkan semua barang-barang kami, termasuk baju kami ke tempat yang telah di sediakan dan masuk menuju kolam renang yang menyambung dengan pantai yang sangat indah. Jauh lebih indah dari pantai hotel saya.

Winnie mengingatkan, memandang terlalu lama ke daerah intim, apalagi memegang tanpa persetujuan yang punya tubuh bisa dianggap sebagai pelecehan sexual. Selain itu saya harus bisa menahan diri supaya saya tidak ereksi :)

Dan hasilnya adalah, hampir sepanjang waktu saya di sana (dari jam 14:30 sampai dengan jam 17:00) penis saya tidak bisa turun. Ereksi terus menerus. Begitu beratnya menahan ereksi, saya sempat mengajak Winnie ke sudut pantai dan meminta dia melakukan oral ke saya supaya saya bisa mengeluarkan sperma saya, paling tidak untuk beberapa menit ke depan penis saya bisa sedikit lemas. Tetapi ternyata itu hanya bertahan sebentar saja. Karena ada satu teman Winnie bernama Grace yang akhirnya nimbrung bersama kami selama di sana, meminta ijin ke saya untuk meremas penis saya. Rasanya luar biasa dan menyiksa karena saya tidak boleh langsung memperkosa mereka di situ.

Saya mencoba mengambil waktu sendiri dan mencoba blended dengan audience di sana. Saya ngobrol dengan seorang dokter dari Adelaide – Australia, sebut saja namanya J dan istrinya bernama A. Mereka pasangan suami istri yang berusia 45 tahunan.

Oh iya, saya lupa menyebutkan kalau saya adalah satu-satunya orang Asia di situ.

Rupanya A sangat tertarik dengan penis saya karena ketika kami bertiga duduk sambil minum cocktail, A langsung mengatakan kalau saat itu pertama kali bagi dia melihat secara langsung penis orang Asia, apalagi orang Indonesia. Dia mengatakan bentuk dan ukuran penis saya cukup bagus, tidak sekecil yang pernah dia tahu tentang orang Asia.

Entah ide darimana, di depan suaminya saya menawarkan penis saya untuk dia pegang. Dan suaminya setuju saja. Akhirnya tidak lama kemudian, A sudah asyik memegang penis, bola biji dan tidak lupa dia juga komentari bulu penis saya yang agak lebat.

For your information, dari acara itu tidak semua penis bule itu lebih besar daripada penis orang Asia (Indonesia). Malah saya melihat beberapa pria bule itu mengalami seperti micro penis. Tentu saja saya tidak yakin beneran micro penis atau tidak, karena mereka bertubuh gemuk sekali sehingga penisnya “bisa dikatakan” tidak muncul dari rambut pubic dia (kondisi penis lemas). Mungkin saya salah, bisa saja karena kedinginan karena merenang terus dan kalau ereksi bisa besar sekali.

Intinya adalah, kalau suatu saat anda harus bersaing dengan pria bule untuk soal ukuran, tidak perlu minder. Di film-film porno sering sekali ditampilkan ukuran penis mereka yang super, tetapi di dunia nyata di nudist beach itu saya tidak selalu menemukan yang seperti itu. Tapi bukan berarti tidak ada yang jauh lebih besar ya, saya juga melihat ada yang lemas tapi ukurannya sangat besar, tapi itu tidak banyak.

Kemudian mengenai kulit. Kulit bule itu jauh lebih jelek daripada kulit orang asia. Kulit mereka berbintik dan sepertinya kurang mengandung kolagen sehingga cepat sekali berkerut. Kulit wanita Indonesia, jauh lebih bagus dibandingkan kulit mereka, apalagi kalau terkena matahari yang terik.

Sepertinya memelihara bulu pubis bukan hal yang common bagi orang bule, baik pria maupun wanita. Frankly, saya lebih bernafsu dengan wanita dengan bulu vagina yang cukup (tidak terlalu tebal maupun tipis). Bagi saya kesannya semakin menggoda untuk diexplore lebih jauh :p Apalagi kalau wanita itu berkulit putih, kontras rambut hitam vagina dan kulit-nya semakin menambah kesan sexy dan membuat saya horny. Saya tidak bisa memberikan komentar untuk para pria-nya yah, maklum saya masih suka wanita :D

Wanita yang menarik di antara wanita telanjang lainnya adalah wanita dengan pinggang ramping dan pinggul besar (tapi tidak terlalu besar) dibandingkan dengan wanita yang berdada montok. Sepertinya pinggang dan pinggul selalu pertama kali menarik perhatian.

Ada satu wanita yang gagal saya ajak ngobrol, karena dia ingin sendiri dan membaca  saja di pantai itu. Wanita ini sedang naik ke atas pelampung di kolam renang, dan bermaksud tengkurap di atas pelampung yang seukuran matras sambil membaca buku yang dia bawa. Sangat cacthing eyes karena dia berpinggul bagus tetapi sangat ramping ukuran pinggangnya. Wanita ini sempat agak menungging ketika memposisikan badanya di atas matras apung itu. Saya sempat mengintip dia dari belakang. Duh, vagina nya yang berbulu agak basah merekah merah, begitu juga dengan anusnya yang keliatan merah sempit. Indah sekali. Tidak bisa dipungkiri, ingin saya menyusupkan penis saya ke kedua lubang indah itu.

Labia Mayora dan Anus. Penting sekali untuk dijaga keindahannya. Jangan sampai bibir luar vagina anda atau istri anda meluber sampai turun keluar. Sangat tidak sexy. Kalau memang sudah terlanjur seperti itu dan tidak memungkinkan untuk dioperasi, mungkin sedikit bulu akan menyamarkannya.

Anus, bagi wanita juga perlu dijaga keindahannya. Ada beberapa wanita di pantai itu yang saya perhatikan memiliki pinggul uang indah, tetapi begitu hitam dan kelihatan jorok di sekitar anus dia. Sangat disayangkan. Saya menyampaikan seperti ini karena saya penggemar pinggul. Saya sering sekali tease istri saya dengan menggigit pinggul dia yang putih dan besar. Saya selalu suka dengan pinggul dia.

Postur. Ini berlaku bagi pria dan wanita. Postur tegap bagi pria, menggoda tapi percaya diri bagi wanita itu amat sangat sexy. Menurut A (istri dokter dari Australia), kebanyakan orang di club nudist berlatih postur supaya terlihat sexy. Dan memang postur yang salah akan langsung terlihat di klub telanjang ini.

Manipulasi ukuran. Supaya penis anda tidak terlihat terlalu kecil, coba kecilkan perut anda atau trim ulang bulu pubis anda atau atur supaya tidak terlalu lemas. Beberapa pria yang saya temui memakai semacam cincin di penisnya. Kata teman saya Grace itu sudah common di lingkungan nudis. Itu dianggap sebagai aksesoris, seperti kalau kita memakai jam tangan dan lain-lain. Selain itu, ring seperti itu bisa menyamarkan ukuran penis mereka ketika sedang lemas. Saya beruntung waktu itu pertama kali saya di sana, jadi otomatis penis saya ereksi terus menerus (atau paling tidak setengah ereksi) :p

Accessories. J dan A juga bercerita bahwa kebanyakan orang yang datang di acara nudist itu tidak empty handed. Simple accessories seperti kacamata hitam supaya bisa melirik dengan tenang sampai bedak tanning supaya penis terlihat lebih gelap (karena warna penis gelap itu terkesan lebih kuat) pasti di bawa oleh mereka. Itulah kenapa A sangat suka meraba dan meremas penis saya untuk melihat apakah saya memakai tanning atau accessories lain. Saya menyesalkan kenapa Winnie tidak memberitahu saya soal ini.

Nah, kalau anda nanti ada kesempatan mengunjungi club nudist, semoga sharing dan tips di atas berguna.

August 14, 2008

Love my juice and balls, honey


Beberapa tahun yang lalu, saya punya pacar sebut saja RN (inisial lagi :)). Dasar anak muda yang bandel, yang namanya seks adalah kegiatan rutin tiap hari bagi kami, bahkan sampai dia bela-belain nge-kos supaya kami punya banyak waktu dan tempat buat berhubungan badan.

Oh, iya, sebelum lupa. Saya menulis ini karena dapat email dari seorang teman pembaca yang bertanya bagaimana cara “merayu” atau “memaksa – bila diperlukan” istrinya supaya mau menelan air mani dan menjilat (saya tambahin: juga mengulum) biji peler kita karena dia sangat menyukai sensasinya. Dia sangat suka membayangkan ada wanita yang mau melakukan itu kepadanya.

Menurut saya, sex itu sebaiknya tidak dilakukan dengan paksaan. Tapi, kadang kala “paksaan” yang tepat bisa membuat sex itu sendiri sangat menggairahkan (seperti biasa: pelajari situasi dan kondisi yah..).

Kembali kepada pacar saya itu, dia dulu meskipun sangat suka (saya tidak suka mengatakan maniak) seks, tapi dia termasuk orang yang konservatif. Seks selalu sedikit kulum2 kepala penis, penetrasi dan orgasme.. that’s all. Tentu saja saya mau lebih. Saya mulai meminta kepadanya supaya mau mengoral sedikit lebih dalam. Beberapa bulan kemudian ada progress yang bagus, dia mau. Bahkan, waktu itu dia sedang menstruasi tapi sangat mudah terangsang, dia mau meng-oral saya sampai saya keluar. Masalahnya adalah dia tidak mau saya keluarkan di mulutnya.

Seperti pembaca blog ini alami, dia tidak pernah mau menerima air mani saya di mulutnya dan mengulum2 bola saya. Ada beberapa alasan dia dan berikut yang saya lakukan supaya dia mau melakukannya, antara lain:

1. Waktu saya menyemprotkan airmani saya di mulutnya, katanya ada sesuatu seperti Gas yang sangat kuat juga saya semprotkan. Saya juga sedang googling saat ini tentang gas apakah itu (apa gas yang sama dengan yang dikeluarkan di lapindo, sama-sama berhubungan dengan semprotan cairan :) Jangan2 juga mudah terbakar? lho), akan saya post kalau sudah menemuannya.

Yang saya lakukan adalah rangsang dia habis2an. Kalau dia terangsang, dia suka “gelap mata”. Apapun akan dia kulum, waktu itu begitu terangsangnya dia tiba2 jari saya dikulumnya. Timbul ide kenapa tidak saya gantikan dengan penis saya saja jari itu.. jadilah, dia mengulum penis saya :)

Untuk menerima sperma saya di mulutnya dan bahkan menelannya perlu proses yang agak lama. Saat itu saya menggoda dia dengan sex toy. Saya tidak lakukan penetrasi dengan penis saya, tapi hanya menggunakan sex toy. Ketika dia sudah mendekati puncak dan mulai sangat agresif saya minta dia melakukan 69, saya jilati vagina berbarengan dengan memainkan sex toy saya. Dia sangat agresif menjilati penis saya. Ketika saya mau keluar, saya minta dia menerimanya di mulut dia mau. Kemudian langsung saya bekap mulutnya dengan mulut saya. Dia sempat mau mendorong sperma saya yang ada di mulutnya ke mulut saya tapi saya tidak mau sehingga dia terpaksa menelannya – menurut saya ini termasuk teknik pemaksaan. “Nakal kamu.. ” katanya sambil tertawa genit setelah menelannya. Setelah beberapa kali kejadian dengan variasi berbeda-beda, akhirnya mengulum penis dan menelan sperma saya adalah hal yang biasa buat dia. Bahkan, ketika suatu saat kami saling rindu karena tidak bertemu, dia meminta mengoral saya di tempat umum dan meminum sperma saya. Obat rindu katanya – jadi kangen dia nih :)

Tetapi yang paling penting, saya rasa, adalah anda juga harus fair. Kalau anda meminta dia meng-oral penis dan menelan sperma anda, maka anda juga harus mau meng-oral dia dan menelan cairan dia. Meng-oral vagina adalah bukan hal yang mudah bagi sebagian pria karena vagina cenderun lebih berbau dan lebih banyak cairannya. Katakan anda mengoral dia selama 15 menit, maka anda pasti harus “meminum” cairan vaginanya beberapa kali tegukan, saya rasa jauh lebih banyak daripada jumlah sperma yang kita semprotkan dalam sekali orgasme (dengan catatan bahwa dia juga sedang HOT). Belum lagi apabila pasangan anda orgasme, pasti cairan yang dikeluarkan lebih banyak. Istri saya, beberapa bulan terakhir suka squirting kalau orgasme, tidak tertampung deh kalau mau menelannya.. semprotannya lumayan kencang dan banyak. FYI, aroma vagina sangat mudah dipengaruhi oleh makanan dan kondisi kesehatan/kejiwaan dia lho, juga bahan kain celana dalam yang dia pakai. Selamat menikmati cairan cinta itu, kalau sudah biasa, seks anda pasti jadi luar biasa.

2. Bau. Bisa jadi setelah berolahraga. Jadi mandilah dahulu, buat dia “suka” dengan aroma anda :) Sebenarnya anda – sebagai pemilik badan dan penis – pasti tahu apakah saat itu anda sedang dalam kondisi “bau” apa tidak. Mandilah kalau begitu. Kalau sudah tidak tahan untuk melakukannya, kenapa tidak mandi bareng saja?

3. Bola saya berbulu lebat. Nah, bisa dibayangkan ngemut bola yang berbulu.. di kepala saya langsung terbayant ngemut rambutan tanpa di kelupas. Bagaimana solusinya, apa mencukur habis? Saya tidak tahu, karena saya belum pernah mencukurnya. Tetapi seperti no. 1, kalau dia terangsang habis maka dia pasti gelap mata. Jadi kuncinya adalah, buat dia GELAP MATA :)

4. Mood. Saya tidak tahu apakah semua wanita seperti ini, tapi pacar saya dulu sangat moody. Sangat naik turun, dan saya bisa menyesuaikan dengan kondisi itu. Seharusnya kalau seperti ini, anda jangan memaksa. Hubungan anda dan pasangan akan menjadi lebih sehat dan indah bila kalian bisa saling menghargai mood dan terus bertumbuh kembang bersama menjadi lebih dewasa sampai suatu saat ini mood tidak dominan menentukan kehidupan anda dan pasangan.

Selamat bereksperimen :)

@Artikel ini adalah asli dari pengalaman pribadi saya dan istri. Silahkan diambil tetapi sertakan sumbernya. Gambar Ilustrasi dari http://www.purpleflavor.com/sperm.html.

September 29, 2007

Mengenai Penis dan Orgasme Pasangan

Filed under: Artikel Seks,Pendapat Saya,Pengalaman Saya — Alex @ 6:00 pm
Tags: , , , , ,

Halo semua, terutama para pria.

Posting saya kali ini mungkin bukan pengalaman saya tapi lebih mengenai pendapat saya, yaitu tentang pendapat saya mengenai jimat (siji-sijine sing dirumat) cowok yang terkenal dengan nama “Penis” :)

Karena kesibukan saya, saya sempat masuk rumah sakit karena thypus selama kurang lebih 5 hari. Ketika saya sakit, ada 2 teman pria yang berkunjung. Kedua teman saya ini sangat dekat dengan saya dan istri. Saat itu istri tidak ada dan saya dirawat diruangan vip – otomatis hanya ada 1 bed di kamar itu. Jadi kami bebas untuk ngobrol. Lama2 obrolan kami pun makin seru sampai kami membicarakan tentang penis. Saat itu kami berbicara mengenai pentingnya ukuran penis seorang pria. Karena ingat akan diskusi saat itu maka saya menulis posting ini.

Ingat, yang terpenting dari penis adalah dia bisa berfungsi dengan tepat. Saya asumsikan anda semua mampu cukup lama dalam menjaga ereksi anda selama berhubungan dan penis bisa “keras” sesuai kebutuhan. Selanjutnya kita hanya membahas ukuran penis saja.

Ukuran penis memang sangat penting. Menurut saya, amat sangat penting malah dalam pernananya sebagai alat sex. Dari beberapa wanita yang pernah dekat dengan saya (termasuk istri saya) mereka berpendapat bahwa penis yang tebal dan panjang itu selalu lebih menarik secara visual. Istri bahkan pernah bilang apabila dia melihat penis yang tebal dan panjang (besar), dia selalu gemas dan ingin segera mengelus-elus dan menghisapnya.

Tapi ada faktor lain yang juga tak kalah penting secara visual. Tingkat kekerasan penis itu. Penis yang besar dan tampak keras (kokoh) dengan urat (biasanya di sisi samping dan bawah) yang besar membuat wanita jadi “gemas”. (any comment ibu2?).

Apakah faktor2 di atas itu mutlak. Tidak – kecuali anda seorang gigolo (maaf, saya membahas penis dalam konteks bapak2/suami di sini – ok, om2/mas2 juga masuk) dimana sex bisa dilakukan tanpa “cinta” atau “sayang”. Bila anda berhubungan sex dengan wanita yang dekat dengan anda (istri/pacar/kekasih) faktor “pribadi” dan “teknik” anda lebih penting.

Percaya atau tidak, kita bisa bikin orgasme wanita menggunakan lidah kita (luar biasa capek sih kalau menggunakan lidah mulai awal sampai dia orgasme) atau dengan jari kita yang tentu saja bagi sebagian besar orang kedua organ itu pasti jauh lebih kecil dibanding penis.

Ukuran penis normal orang indonesia katanya antara 10 – 18 cm. Penis saya sendiri sepanjang 14 cm dengan ketebalan biasa saja. Tapi saya pernah punya teman (benar2 orang indonesia – jawa) dengan panjang penis sampai 22 cm, besar sekali menurut saya (pengen juga sih.. ).

Selama ini dengan ukuran penis saya, 90% sex yang saya lakukan saya selalu bisa membuat pasangan saya orgasme. Bagaimana dengan 10% nya? Ada banyak faktor kenapa pasangan kita tidak orgasme, antara lain (saya akan coba bahas satu-satu):

1. Kita tidak cukup lama.

Ya, kadang-kadang meskipun dalam kondisi tubuh normal kita bisa mengalami orgasme yang terlalu cepat dari pada biasanya. Pertama kali saya berhubungan badan, saya mengalaminya. Setelah 1 bulan saya tidak bersetubuh, kemudian karena terlalu menggebu-gebu sering saya keluar lebih dulu. Kalau alasannya nafsu yang menggebu seperti ini, biasanya istri bisa mengerti dan setelah keluar dan beristirahat sebentar penis saya bisa segera memulai ronde kedua. Di ronde ini saya selalu berhasil membuat istri KO (karena saya sendiri sudah lebih tenang sehingga bisa merangsang istri dengan cukup).

2. Pasangan kurang terangsang.

Logis, bila pasangan kita kurang terangsang maka dia akan lebih sulit orgasme. Pernah karena capeknya istri saya kesulitan untuk on. Vagina dia pun cenderung kering. Akhirnya saya pun menggunakan pelumas untuk melakukannya. Bila dalam kondisi seperti ini, sehebat apapun penis anda sulit bagi pasangan untuk orgasme. Penis yang besar malah hanya akan membuat dia kesakitan.

Dalam kondisi tubuh normal (tanpa menggunakan obat kuat, dsb), bila istri sedang horny karena suatu hal sehingga sebelum berhubungan badan vagina dia sudah sangat basah, sangat mudah membuat dia orgasme. Bahkan kadangkala dia bisa mengalami orgasme lebih dari satu kali (dengan dungunya, saya kadang merasa “hebat & perkasa” he he he).

3. Pasangan kurang bisa berkonsentrasi.

Waktu saya pacaran dengan Mita (baca cerita tentang Mita di postingan saya lainnya), kami sering melakukan sex cepat di kantor. Mita tipikal wanita yang cepat horny. Kadang saya hanya mengajaknya chatting jorok via Yahoo Messenger, dia pun segera naik ke lantai saya dan minta jatah. Tetapi, ketika kondisi tidak memungkinkan, meskipun kami berdua sedang horny kami tidak bisa melakukannya karena kondisi lingkungan yang mengganggu konsentrasi kami. Saat itu Mita datang ke kantor saya dan meminta jatah. Dia sudah melepas celana dalam dia dan langsung saja kami melakukannya. Ditengah kesibukan kami, tahu2 customer Mita menghubungi dan memberi tahu bahwa Mita gagal memenangkan tender yang dia incar. Akhirnya hanya saya saja yang orgasme karena saya tidak pusing masalah tender :)

4. Mood pasangan.

Saya rasa untuk masalah ini udah jelas. Sebaiknya anda mengatur mood pasangan anda dulu sebelum mengajaknya berhubungan badan. Persiapkan diri anda. Saya ada pengalaman lucu dengan istri. Saat itu saya dan teman kantor mengadakan pesta bujang dengan teman kantor sampai pagi. Sebagian besar sudah mabuk. Ada wanita partner kantor yang ikut. Karena kondisi memungkinkan saya pun mengajaknya tidur. Pagi hari tanpa membersihkan badan saya langsung pulang. Tanpa saya duga, istri di rumah sedang horny. Tanpa aba-aba apapun dia langsung menubruk saya dan menelanjangi saya. Dia bermaksud mengulum penis saya, tetapi rupanya aroma vagina teman saya masih tertinggal di sana. Mood istri langsung hilang. Dia langsung berubah dari mode horny ke mode marah :(

5. Kita sendiri menginginkannya.

Kadang saat mau berangkat kerja saya ingin melakukan fast sex. Kadang istri sering mengatakan “Keluarkan aja pa, gak usah nunggu aku” di saat dia sendiri buru2. Biasanya saya langsung sibuk mengejar orgasme saya sendiri dan memang, akhirnya hanya saya yang orgasme. Saya sendiri belum pernah menghitung selisih waktunya dibandingkan kalau saya meluangkan waktu untuk merangsang cukup sehingga kami bisa orgasme bareng.

6. Kita bercinta dengan orang yang salah.

Ini benar2 bisa terjadi. Saya sendiri belum pernah mengalaminya. Tapi di dalam diskusi dengan teman2 saya ketika saya sakit, salah satu teman mengatakannya. Dia bilang kita akan tahu ketika mengalaminya. Usul dia tinggalkan saja wanita itu. duh…

Lalu kapankah anda memerlukan penis besar? Menurut saya adalah ketika:

1. Anda ikut pesta bugil.

Pernah ikut nude party?. Di pesta seperti itu anda perlu membanding2kan “otot” anda dengan sesama pria. Bodoh memang.

2. Anda bercinta dengan wanita dengan vagina yang “longgar” :)

Oops. Anda mengalaminya? kasihan wanita itu.

3. Anda ikut lomba gede2-an penis.

No comment.

4. Pasangan anda menuntutnya.

Salah satu teman pembaca mengirimkan email. Dia mengeluh masalah pasangannya yang sering bercerita kalau dia terobsesi dengan penis besar. Sobat, lakukan pendekatan dan komunikasi. Jangan menyerah!.

Jadi, kalau penis saya kecil apa yang harus saya lakukan?

1. Jangan ke mak errot.

Saya tidak percaya hal-hal seperti ini. Kesehatan anda secara keseluruhan tetap lebih penting.

2. Percaya dirilah.

That’s it! Percaya diri. Atur hidup anda, jangan biarkan penis anda mengatur anda. Pastikan kepala anda yang di atas (benar2 kepala anda) yang mengontrol, bukan kepala bawah :)

3. Kalau umur anda di bawah 18 tahun, saya rasa ada hormon suntik yang bisa membantu anda.

Ingat, informasi ini bukan dari ahlinya.. jadi silahkan anda hubungi dokter yang lebih mengerti. Saya hanya pernah membaca di salah satu majalah dewasa pria di Indonesia.

4. Jadilah orang yang sehat dan kaya.

Buat diri anda bahagia, menarik, wangi dan segar. Oh iya, kadang jadi lebih “kaya” juga penting. Kalau ada wanita tahu anda menderita TBC, pasti dia enggan anda ajak tidur meskipun penis anda besar :) Segera ke dokter check up dan jadilah sehat.

@Artikel ini adalah asli dari pengalaman pribadi saya dan istri. Silahkan diambil tetapi sertakan URL ini sebagai sumbernya.

The Rubric Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.